Dunia
Baru , Pangeran Baru
Raya
adalah salah satu murid di SMA Prakarsa . Dia duduk di kelas X-2 . Raya
memiliki teman baik, namanya Dewi . Dunia baru Raya dimulai saat dia melihat
sosok yang sangat imut dan sering dijumpai. Ternyata sosok yang imut itu satu
kelas dengan Dewi . Kebetulan kelas Raya bersebelahan dengan kelas Dewi.
Bel
istirahat telah dibunyikan . Raya bergegas keluar kelas dan bertemu dengan Dewi
. “Hai Dewi , kamu nggak ke kantin?”
“Nggak deh . Lagi males aku”
“Oh iya boleh nanyak nggak?anak yang
dipojok itu namanya sapa?”
“Itu namanya Rian. Kenapa?naksir ya kamu”
“mm.. menurutmu?haha apasih … oiyah, dia
smp mana?” Tanya Raya dengan penasaran
“Katanya sih lulusan dari pondok.”
“ohhh pantes keliatan dari mukanya..”
sambil tersenyum melihat wajah Rian dari jauh
“Emang mukanya kenapa??”
“Imut + polos ajah kayak pangeran
dimimpiku kemaren … hahahaha”
Seiring
berjalannya waktu, Rian mulai penasaran dengan Raya karena dia sering sekali ke
kelas Rian. Rasa penasaran itu
terjawab saat mereka bertemu disamping ruang Auditorium.
“Hai Raya....
kebetulan aku mau ketemu
kamu
, eh ternyata kamu disini.”
“Kamu kenal aku ??” jawab Raya dengan heran
“Kamu temennya Dewi kan? Aku sering liat kamu dikelas.”
“Ohh iya yah .
Hampir lupa . ada apa?”
“Boleh aku
mintak nope kamu?”
“mmm.. boleh
gak yahh?? Iyadeh . mana hapemu, aku catetin.”
“Okehh..
nantik malem aku pesan singkat ya.”
“iyah..” kata
Raya dalam keadaan bingung sekaligus senang.
Setiap
hari Raya dipesan singkat oleh Rian dan hubungan mereka semakin dekat . 2 hari
setelah itu Raya mengajak Dewi ke KBS . Dewi pun menyetujuinya dan mengajak
Danar , pacar Dewi . Danar tau kalau Raya saat itu sedang dekat dengan Rian,
lalu dia mengajak Rian untuk kesana .
Sampai
disana Raya,Dewi,Danar,dan Rian berfoto-foto . Hingga akhirnya mereka pulang.
Saat di perjalanan , Rian memberikan mainan tikus kecil pada Raya. Raya yang
sebelumnya menginginkan tikus itu tentulah senang karna yang memberi adalah pujaan hatinya . Rian dan Danar pulang bersama , begitu
juga dengan Raya dan Dewi .
Pagi
hari di sekolah tampak hening . Namun tidak dengan hati Raya yang berbunga-bunga.
Tidak lama kemudian , terlihat 1 pesan singkat dari Rian dihape Raya
[Hai Raya, gimana kalau nanti pulang
sekolah kita ketemu?tapi aku nggak maksa kok]
[Pasti aku mau . aku tunggu di kelas yah
] Balas Raya
Bel
pulang sekolah dibunyikan. Rian pun menyusul Raya ke kelasnya.
“Hai Raya, aku mau bicara serius.” Tanya
Rian .
“Iya . bicara aja sekarang!”
“Aku bukan anak yang romantis tapi aku
mau kamu tau , aku suka kamu Raya . Mau nggak kamu jadi pacarku? Kamu nggak
harus jawab sekarang kok”
Raya hanya diam dan tersipu malu .
“yuk kita pulang!” jawab Raya dengan gugup
Malam
tiba, Raya menungu pesan singkat dari Rian . dan tak beberapa lama ada nama Rian
di Hape Raya .
[Raya , gimana? Kamu mau?]
[Gimana yah ,, iya apa enggak nih
enaknya .. mmm iya deh]
[Jadi kita pacaran sekarang?akhirnya …
makasih ya sayang] Balasan dari Rian.
***
Hubungan
mereka sudah berjalan 5 bulan . Banyak
kenangan manis antara mereka . Namun banyak juga pertengkaran yang terjadi . Namun
Raya dan Rian tetap berusaha mempertahankan hubungan mereka.
Sejak
Raya berpacaran dengan Rian, Raya mulai dikenal oleh kakak kelas . Di SMA
Prakarsa, Rian adalah salah satu adik kelas yang memiliki banyak fans. Banyak
kakak kelas yang dengan sengaja berteriak nama Rian .
“Rian .. Rian .. Rian .. “ Itulah teriakan
yang biasa dilakukan kakak kelas.
Raya tau , Rian adalah
cowok yang cuek . Dia tak menghiraukan apa kata kakak kelas itu. Banyak dari
anak kelas 3 yang sering mengirim pesan singkat pada Rian . Namun Rian tetaplah
Rian . Tak pernah dia menganggap serius . Raya bangga punya pacar seperti Rian.
Pacar yang selalu mengerti apa yang Raya inginkan , ada saat Raya butuh dan
pastinya bukan cowok playboy yang suka mempermainkan hati cewek . Maklumlah ,,
Raya adalah cinta sekaligus pacar pertama Rian. Eciieee J
Raya
dan Rian, mengikuti kegiatan extrakulikuler atau biasa mereka sebut exkul yang
sama . PRAMUKA . Dan seminggu lagi pramuka mengadakan MAPRAM , Malam Pramuka didaerah
pegunungan. Mereka menyambutnya dengan suka cita .
***
Raya,Rian
dan teman-temannya yang lain mengemasi tas-tas bawaan mereka dan membawanya
kedalam truk TNI .
“Sebelum kita berangkat , marilah kita
berdo’a . Berdo’a mulai. Selesai ….. Kakak harap , acara kita berjalan dengan
lancar . Disana bukan rumah kita , jadi jaga sikap kalian ..” Kata kakak senior
Sesampainya
dilokasi pukul 11.00 WIB , semua anggota membangun tenda .
“Setelah tenda jadi , kalian semua boleh istirahat dan sholat .
Nanti pukul 13.00 kalian berkumpul lagi disini … ” Tegas kakak senior
Raya
sangat menikmati kegiatan di perkemahan . Bagaimana tidak , setiap menit Raya
dan Rian Bertemu . Memang kegiatan sangat padat. Mulai dari membangun tenda, memasak,
uji kekompakan, dan masih banyak lainnya.
“Kamu
pasti haus .. ini ” memberikan minuman pada Raya
“Makasih ya .. oiya tadi kata kakak
senior, nantik tengah malem ada jerit malam.. kamu tau infonya nggak??”
“Oh
itu .. iya tau . barusan aku dikasih tau sama anak-anak .”
“Aku
takut Rian .. nantik kalok hantunya ikut gimana?” dengan mimik wajah memelas
“Nggak bakal kok . tenang ajah . kan ada
aku disamping kamu. Kalo kamu takut ,, inget aja aku . pasti deh kamu nggak
takut lagi. ”
Pukul
19.00 , api unggun menyala terang . Rian duduk disamping Raya sambil menikmati
hangatnya api unggun dan lucunya teman-teman mereka yang sedang dihipnotis .
Malam yang indah bagi mereka .
Dan
Akhirnya . Tengah malam itu datang . Pukul 00.00 semua perwakilan kelompok dibangunkan
, dan Raya adalah salah satunya .
“Selamat
pagi … ambil jaket kalian lalu kembali kesini.” Tegas kakak senior
Deg…
jantung Raya seperti berhenti . Raya mencoba berfikiran positif dan terus saja
mengingat Rian . Dia ingat pesan Rian ,{Kalau kamu takut , inget aja aku .
Pasti kamu nggak takut lagi.}
“
Jangan berteriak dan tetaplah berjalan terus keatas sana . Disana kalian akan
bertemu dengan kakak lainnya . siap semuanya?” Tegas kakak senior
“Siap
…. ” Teriak Raya dan juga teman-temannya
Dengan
hati yang dag dig dug , Raya menyusuri jalan dengan waspada . Dan benar , Raya
tidak takut lagi karena mengingat Rian dan tak lupa berdoa .
Saat
sampai di pos 1 . Raya dan teman-temannya diharuskan bisa mempraktekkan
baris-berbaris dengan benar . Salah sedikit saja , kicauan beruntun mereka
dapatkan . Raya dan teman-temannya harus melewati 6 pos yang ada . Betapa
banyak ocehan cemohan kicauan yang harus mereka dengar . Apalagi saat dipos
terakhir . Raya dan teman-temannya diharuskan mencari 160 semut kecil di
sekeliling kayu yang ada didepan pos . 5 menit berlalu mereka tidak dapat
menemukan semut satupun . Alhasil selain mendapat ocehan , mereka harus push up
sebanyak 160 kali sesuai jumlah semut yang tidak didapatkan . Raya hanya bisa
merasakan lelah dan kehausan . Dan bersama kelompok-kelompok lain , mereka
hanya diberi 1 tutup botol air mineral. Disaat itu juga , Rian tersenyum pada
Raya . Seketika lelah itu hilang .
“Besok pagi , kalian boleh main-main di
air terjun . Sekarang , kembali ke tenda kalian masing-masing sambil menunggu
adzan subuh . ”
“Baik kak .. ”
Minggu
pagi yang indah. Hari ini adalah hari bebas tanpa ada materi apapun . Raya ,
Rian dan teman-teman lainnya bersemangat untuk menuju air terjun . Senyum itu
menyambutnya lagi . Ya , itu adalah senyum Rian .
“Yukk
.. anak-anak sudah didepan . ” Ajak Rian
“Iya
bentar lagi . aku ambil hp dulu ..” Mengambil hape
“Raya
.. Besok kamu pulangnya gimana?mau aku anter?”
“Aku
nggak tau juga . Ayahku gakbisa jemput . Iyadeh bareng kamu aja.”
Di area air terjun, Raya hanya duduk
ditepi . Salah satu teman Raya , namanya
Andre menghampiri dan duduk disebelah Raya.
“Ray
.. nggak capek kamu?”
“Dikit
.. ehh fotoin dong.”
Raya
asyik berfoto-foto dan bercanda tertawa dengan Andre . Hingga mereka tak tau ,
Rian disana melihat mereka .Sampai di area perkemahan, Rian tidak menyapa Raya
lagi seperti biasanya . Raya bertanya-tanya mengapa Rian seperti itu.
“Rian .. kamu kenapa?”
“Gapapa kok.” Sambil tersenyum dan
meninggalkan Raya
“Rian .. kenapa kamu? Aku salah
apa?ngomong dong biar aku tau.” Berteriak pada Rian
Kegiatan
MAPRAM berakhir . {Time for go home} . Mereka semua berkemas dan bersiap pulang
. Saat diperjalanan , Raya bertanya lagi
“Kamu kenapa?”
“Sudahlah .. nanti aja dibahas kalo
sampe diskolah. Skarang kamu tidur gih ,, pasti capek kan.”
“tapi …”
“Raya..” Sambil tersenyum
Di
sekolah , Rian dijemput orangtuanya . Dia bilang pada Raya , bahwa dia akan ke
sekolah lagi setelah mengambil motor di rumah . Sedangkan Raya menunggu Rian di
depan gerbang sekolah .
“yuk pulang..” ajak Rian
“Kamu belum jawab pertanyaanku.”
“Yang mana?”
“Yang tadi .”
“Ohh .. itu .. aku menghindar soalnya
gak bisa liat kamu sama Andre ketawa-ketawa. Rasanya gimana gitu cekit cekit ..
sudah lupakan ayo naik.”
“Tapi kamu nggak marah lagi kan?”
Tersenyum pada Rian
“Mana mungkin aku bisa marah sama kamu.” Membalas senyum Raya
Rian
mengantar Raya sampai depan rumahnya lalu dia pulang.
“Hati-hati ya .. makasih ..” Sambil
tersenyum pada Rian
***
Betapa baik tuhan pada
Raya. Tuhan telah memberikan dunia baru dan pangeran baru seperti Rian .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar